Kejar Produksi Migas, Pertamina EP Andalkan Lapangan Tua di Sumatera

Kejar Produksi Migas, Pertamina EP Andalkan Lapangan Tua di Sumatera

- detikFinance
Senin, 14 Mar 2011 07:19 WIB
Jakarta - Ingin mempertahankan pertumbuhan produksi minyak dan gas bumi, Pertamina EP yang merupakan salah satu anak usaha PT Pertamina (persero), berencana galakkan eksploitasi lapangan tua di wilayah Sumatera.

Demikian disampaikan oleh Direktur Pertamina EP, Salis S Aprilian dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Jakarta (14/3/2011).

Salis mengatakan bahwa di tahun 2011 ini pihaknya akan merencanakan pemboran eksploitasi terhadap 48 sumur dan 19 sumur kerja ulang di wilayah region Sumatera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka tersebut merupakan bagian dari keseluruhan rencana kerja Pertamina pada tahun 2011 yang terdiri dari pemboran eksploitasi sebanyak 155 sumur dan 72 sumur kerja ulang pindah lapisan (KUPL)," jelas Salis.

"Kegiatan Hulu Migas menjadi titik fokus strategis dilihat dari nilai pentingnya dalam menjamin sumber energi demi kelangsungan bisnis dan kepentingan nasional,โ€ katanya.

Ia menambahkan, rencana eksploitasi lapangan tua tersebut dimulai dengan melakukan kegiatan pemboran sumur PMB-21 yang dilakukan Pertamina EP Region Sumatera di Prabumulih, Sumatera Selatan.

Ditambahkan Salis, kegiatan Pertamina EP di Region Sumatera berada di empat lapangan yakni Rantau (Nanggroe Aceh Darussalam), Pangkalan Susu (Sumatera Utara), Pendopo dan Prabumulih (Sumatera Selatan). โ€œUntuk meningkatkan upaya produksi migas di wilayah Sumatera, Pertamina EP juga diperkuat dengan operasi di lima unit bisnis EP (UBEP) ADERA, Limau, dan Ramba di Sumatera Selatan, UBEP Lirik di Riau, dan UBEP Jambi di Jambi. Ditambah 16 Technical Assitance Contract (TAC) dan 8 Kerja Sama Operasi (KSO),โ€ terangnya.

"Target laba bersih Pertamina di sektor Hulu pada tahun 2011 adalah Rp 19,7 Triliun diharapkan bisa dicapai, dan sekitar dua pertiganya ditargetkan dari PEP.ย  Target ini ditetapkan dengan kondisi ICP (Indonesian Crude Price) 80 dolar per barel dan kurs dolar AS Rp 9.000 per dolar," lanjut Salis.

Salis mengatakan bahwa dirinya merasa optimis target operasi dan produksi tahun 2011 akan mampu dicapai oleh Pertamina EP. Namun perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholders yang mengacu kepada proses perizinan, pembebasan lahan untuk kegiatan pemboran, kepastian izin survey seismik, serta isu keamanan fasilitas produksi Pertamina EP.

(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads