Seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2011), harga minyak jenis Brent turun lebih dari US$ 1 hingga di bawa US$ 113 per barel, setelah pemimpin Libya Muammar Gaddafi kembali mengambil alih sebagian wilayah di Libya.
Minyak melanjutkan pelemahannya sejak Jumat lalu, ketika gempa bumi di Jepang menghantam kilang minyak dan fasilitas industri di negara konsumen minyak ketiga terbesar di dunia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham di Australia juga ikut jatuh sekitar 1%, dengan penurunan terbesar pada saham perusahaan produsen uranium akibat kekhawatiran turunnya permintaan dari Jepang pasca bencana.
Hal yang sama juga dialami oleh bursa di Korea yang juga berada di zona negatif. Namun saham perusahaan teknologi dan produsen otomotif di Korea naik karena Jepang menghentikan produksi sebagian besar industrinya.
(dnl/qom)











































