Dahlan Iskan: Saya Setuju PLTN, Tapi RI Belum Butuh

Dahlan Iskan: Saya Setuju PLTN, Tapi RI Belum Butuh

- detikFinance
Senin, 14 Mar 2011 12:51 WIB
Dahlan Iskan: Saya Setuju PLTN, Tapi RI Belum Butuh
Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan mengatakan dirinya setuju akan konsep pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai alternatif kelistrikan. Namun sampai saat ini Indonesia belum membutuhkan.

"Sejak dulu saya setuju PLTN, tapi belum dibutuhkan untuk Indonesia yang kaya sumber energi yang jauh lebih murah dan melimpah seperti batubara, air, geothermal, dan gas," jelas Dahlan kepada detikFinance, Senin (14/3/2011).

Namun Dahlan mengatakan, untuk Jepang dan Korea, pembangkit listrik bertenaga nuklir ini memang sangat mendesak dibutuhkan. Karena minimnya sumber daya alam di negara 'Matahari Terbit' tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Jepang, gas lebih mahal dari nuklir karena Jepang harus impor LNG (gas cair) untuk dijadikan gas," kata Dahlan.

Mesti diakui, listrik dengan tenaga nuklir jauh lebih murah biayanya ketimbang memakai BBM seperti mayoritas pembangkit PLN saat ini.

Berikut kira-kira biaya produksi listrik berdasarkan bahan bakar pembangkit:

  • Pembangkit bertenaga air 5 sen per kwh
  • Pembangkit batubara 6,5 sen per kwh
  • Pembangkit gas 8,2 sen per kwh
  • Pembangkit geothermal 8,5 sen per kwh
  • Pembangkit nuklir 150 sen per kwh
  • Pembangkit BBM 200-300 sen per kwh
  • Pembangkit matahari (surya) 1.500-3.000 sen per kwh
Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPR dari FPDIP Pramono Anung menyarankan pemerintah belajar dari kecelakaan di reaktor nuklir di Jepang. Pemerintah harus membangun PLTN di daerah yang tidak rawan gempa.

"Peristiwa di Jepang beri pelajaran, secanggih apapun bisa ada kebocoran. Maka sebaiknya PLTN dibangun di daerah tidak rawan gempa. Jawa kan banyak gempanya," ujar Pram di Gedung DPR.

Hal ini disampaikan Pram menanggapi rencana pembangunan PLTN di Jepara. Menurut Pram sebaiknya pemerintah memilih tempat lain untuk dibangun PLTN.

"Kalau dibangun di Kalimantan, relatif tidak ada gempa, masih masuk akal," saran Pram.

Pram berharap pemerintah betul-betul waspada sebelum membangun reaktor nuklir. Kejadian di Jepang sangat menghawatirkan warga karena bahaya nuklir.

"Mungkin perlu kaji kembali, sehebat apapun energi untuk itu, harus dibangun di daerah tidak ada gempa," tutur Pram.

Kecelakaan di reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, membuat puluhan warga terpapar radiasi nuklir. Sejumlah ahli khawatir kejadian kebocoran nuklir di Chernobyl, Ukraina, terulang kembali.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads