Harga Minyak RI Bertahan US$ 113, Harga BBM Belum Naik

Harga Minyak RI Bertahan US$ 113, Harga BBM Belum Naik

- detikFinance
Selasa, 15 Mar 2011 17:26 WIB
Harga Minyak RI Bertahan US$ 113, Harga BBM Belum Naik
Jakarta - Sampai hari ini, harga minyak Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) masih bertahan di kisaran US$ 113 per barel. Namun pemerintah masih bertahan untuk tidak menaikkan harga BBM.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan meski sekarang harga minyak tinggi, namun hingga akhir tahun rata-ratanya diperkirakan mencapai US$ 80-100 per barel.

"Rata-rata harga minyak mentah Indonesia dalam satu tahun terakhir masih US$ 2 per barel di bawah prakiraan harga minyak mentah dari WTI di 2011 yang tercatat sebesar US$ 81,38 hingga US$ 105 per barel. Maka itu perkiraan pertimbangan harga minyak berdasarkan referensi, maka ICP 2011 diperkirakan pada kisaran US$ 80-US$ 100 per barel," jelas Darwin dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darwin menjelaskan, pasokan minyak dunia saat ini masih cukup memenuhi permintaan yang ada. "Jadi, dari segi fundamental, harga minyak tidak naik, karena suplai lebih besar," ucap Darwin.

"Namun, dari segi non fundamental, terjadi konflik di Timur tengah dan juga Afrika Utara, sehingga kecenderungan kenaikan harga minyak tidak terelakkan. Ditambah lagi terjadi juga bencana Tsunami di Jepang, itu menambah kekhawtiran terhadap pengaruh kepada harga minyak dunia," terangnya.

Darwin memaparkan juga, per 14 Maret 2011, ICP mencapai angka US$ 113,03. Jika dihitung rata-rata di 2011, ICP sudah mencapai US$ 104,8 per barel. Kemudian, sejak dua belas bulan terakhir ICP berada pada angka US$ 86,35 per barelnya.

"Kita berharap kalau ini turun (harga minyak dunia), maka angka US$ 86,35 diharapkan dapat mengalami penurunan sehingga akan menuju asumsi yang kita perkirakan, yakni US$ 80 per barel," tutur Darwin.

Seperti diketahui, sampai saat ini pemerintah masih belum ada niatan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Mengingat harga rata-rata ICP dalam 12 bulan mencapai US$ 86,35 per barel.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads