"Negara tetangga kita dari Singapura, Filipina, sampai Korea sudah menyesuaikan harga premium. Di Indonesia tak ada perubahan harga yaitu Rp 4500 (per liter), di negara lain ada penyesuaian 9-16%, di Filipina 11%, Singapura 16% (solar) selama periode November 2010-Februari 2011," kata Agus di kan
Agus menjelaskan dalam anggaran APBN 2011 pemerintah telah melonggarkan volume BBM subsdi sebanyak 38,5 juta kilo liter (KL), dengan total anggaran subsidi BBM Rp 95,9 triliun. Kondisi ini agak tertolong karena patokan kurs dalam APBN lebih menguat dari yang ditetapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini juga memperkuat daya tahan APBN. Sehingga pemerintah masih bisa menahan harga BBM.
perhitungan itu termasuk untuk alokasi biaya pendidikan di APBN, dengan perhitungan tekanan anggaran hingga Rp 800 miliar. Kondisi ini untungnya tertolong karena kurs menguat, dimana berdasarkan perhitungan jika per Rp 100 akan ada peningkatan penerimaan migas Rp 700 miliar.
"Jadi kalau ICP naik maka lifting turun, kita tertolong karena kurs menguat, jadi di APBN kurs Rp 9.250 per dolar AS, sekarang menguat sampai Rp 8.800/US$," katanya.
(hen/dnl)











































