Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan seringkali mengalami kekurangan sehingga menimbulkan antrean di SPBU. Pertamina menyatakan aksi penimbunan BBM di Kalimantan saat ini sangat mengkhawatirkan.
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2011).
"Ada gambaran yang mengkahwatirkan di Kalimantan. Ada penimbunan premium di sana. Sampai Maret minggu Kedua, kuota sudah lewat 5% untuk premium dan 6% untuk solar," tegas Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlu kerjasama dengan pemda setempat dan kepolisian. Maka kemarin itu sempat ada kelangkaan BBM di sana," tukas Karen. (dnl/ang)











































