Kuota BBM Subsidi Masih Terus Bobol

Kuota BBM Subsidi Masih Terus Bobol

- detikFinance
Selasa, 15 Mar 2011 18:40 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya  Mineral (ESDM) menyatakan bahwa realisasi konsumsi BBM bersubsidi di tahun 2011 masih  melebihi kuota yang sudah ditetapkan. Konsumsi premium 2,3% ditas kuota dan solar 1,95% diatas kuota yang ditetapkan.
 
Demikian disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy  Saleh dalam rapat yang dilaksanakan di ruang rapat Badan Anggaran DPR RI,  Jakarta (15/3/2011).
 
“Realisasi konsumsi terus meningkat sejak bulan Februari dan terus berlanjut  pada bulan Maret 2011,” kata Darwin.
 
Berdasarkan pemaparan yang disampaikan olehnya, realisasi BBM sampai 14 Maret  2011 adalah sebagai berikut:


  • Premium: 65,02 ribu KL/hari  atau melebihi 2,3% di atas kuota  yaitu hanya 63,54 ribu KL/hari
  • Minyak Tanah: 5,28 ribu KL/hari atau 16,7% di bawah kuota sebanyak 6,34 ribu KL/hari
  • Solar: 36,55 ribu KL/hari atau 1,95% di atas kuota yang hanya 35,85 ribu KL/hari
“Untuk premium dapat dilihat bahwa masih ada 2,3% di atas kuota. Begitu juga  dengan Solar yang masih 1,95% berada di atas kuota. Namun, untuk Minyak Tanah
berada 16,7% di bawah kuota,” jelasnya.
 
Darwin menyampaikan, bahwa memang sejak bulan Februari sampai Maret 2011, konsumsi BBM subsidi sudah di  atas rata-rata kuota. Ia bertekad akan berupaya mencegah hal tersebut dengan memberikan  beberapa instruksi kepada BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas) dan  juga PT Pertamina.
 
“Kami sudah meminta BPH Migas untuk tetapkan standar kuota yang berdasarkan  kaedah transportasi, kepadatan penduduk, dan juga pendapatan masyarakat.
Ditambah pula beberapa faktor lainnya. Diperlukan juga adanya intensifikasi penegasan dan penegakkan hukum oleh BPH  Migas,” tambahnya.
 
Selain itu, Darwin juga mengatakan bahwa BPH Migas juga akan diminta untuk terus  lakukan evaluasi pelaksanaan penyediaan pendistribusian BBM subsidi di setiap  wilayah dengan rekomendasi. Juga harus membuat laporan secara berkala kepada KESDM dan meningkatkan standarisasi penghitungan kuota BBM subsidi.

“Saya  meminta kepada BPH Migas untuk melaksanaakannya sebelum 1 April 2011,”  terangnya.
 
Khusus untuk Pertamina, lanjut Darwin, agar Pertamina melatih kedisiplinan dan ketaatan kepada  petugas SPBU terkait BBM subsidi. Selain, itu perlu juga ada edukasi dan  sosialisasi dalam iklan untuk tekankan pengguna BBM agar tidak membeli BBM  Subsidi bagi yang tak berhak.
 
Darwin juga mengharapkan, agar di setiap SPBU dibuat tanda-tanda semacam spanduk  atau stiker khusus untuk menekankan terkait penggunaan BBM subsidi yang harus  tepat sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bahkan nanti diberi bukti pembelian setelah membeli BBM Pertamax yang ada  tulisan ‘terima kasih telah berpartisipasi mengurangi beban BBM subsidi. Ini juga diharapkan dapat dilaksanakan sebelum 1 April 2011,” tambah Darwin.

(nrs/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads