Pada perdagangan Selasa (15/3/2011), harga minyak jenis Brent untuk kontrak April, jatuh US$ 5,79 menjadi US$ 107,88 per barel pada perdagangan tengah hari di London.
Meski pada akhirnya harga minyak naik lagi ke US$ 109 per barel, namun tetap saja turun US$ 4,67 per barel dibandingkan harga pada perdagangan sehari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang yang merupakan negara dengan perekonomian ketiga terbesar di dunia, juga pengkonsumsi minyak terbesar ketiga di dunia, diperkirakan akan menurunkan permintaan minyaknya pasca gempa dan tsunami yang menghancurkan negara tersebut.
Belum lagi, beberapa ledakan di pembangkit listrik nuklir yang membuat radiasi makin membahayakan.
"Radiasi nuklir ini membuat rekonstruksi dan aktivitas ekonomi terhambat, yang pada akhirnya mengurangi konsumsi minyak. Ini yang jadi perhatian utama investor dan menekan harga minyak hari ini," ujar Analis Komoditi Bjarne Schieldrop seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/3/2011).
Menurunnya produksi minyak di Libya juga masuk radar investor. Namun industri di dunia telah mengantisipasi hal ini sejak seminggu lalu dan mengalihkan sumber pasokan minyaknya.
Lembaga International Energy Agency (IEA) mengatakan produksi minyak di Libya nyaris berhenti karena krisis yang tak kunjung henti.
(dnl/ang)











































