Demikian disampaikan Direktur Utama KAI Ignasius Jonan dalam RDP bersama Deputi bidang Infrastruktur & Logistik Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
"Bangun pembangkit tanggung, karena biaya investasi lebih besar. Kebutuhan kita cuma 150 MW," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah 10 tahun, bayar tepat waktu. Kami akan minta ke PLN," ungkapnya.
Tambahan listrik 150 MW, sebagai antisipasi peningkatan penumpang kereta api listik PTKA, dari saat ini 600 ribu orang per hari menjadi 2,3 juta orang per hari di 2013.
Sementara itu, untuk pengakutan batu bara milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan terus berjalan. Kapasitas angkut akan naik menjadi 22,7 juta ton per tahun. "Ini kontrak dengan PTBA, kita sudah lakukan," tambahnya.
(wep/ang)











































