Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
"Kalau secara SDM, Indonesia leading (memimpin) di Asia, top. Saya mantan Menristek, saya tahu betul kemampuannya. Tahun 60-an kita sudah punya nuklir," jelas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, pemerintah tak mau gegabah untuk segera membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
"Ada atau tidak ada kecelakaan nuklir di Jepang, kita menempatkan penggunaan nuklir sebagai alternatif terakhir. Kita kan masih punya banyak. Masih ada batubara dan geothermal," tukas Hatta.
(dnl/qom)











































