Namun, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan menggaransi tidak ada pemadaman listrik rumah tangga. Caranya, seluruh karyawan PLN menjaga asupan listrik dari pembangkit listrik lainnya.
"Kehilangan akan terus terjadi dalam satu bulan lagi. Kita akan manage supplai-supplai," jelas Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski produksi normal belum bisa terpenuhi dalam satu bulan ke depan, Dahlan berharap hal ini segera pulih. Terlebih saat musim hujan tiba.
"(Berapa lama?) Ya selama musim kemarau. Ini kan hujan, tapi sekarang yang hujan kan Jakarta. Kalau hujan Jakarta kan airnya ga bisa masuk. Kita kerja keras luar biasa,"
Kehilangan 1.300 MW, menurutnya, setara dengan produksi di seluruh pembangkit listrik di Muara Tawar.
Atas kehilangan produksi listrik di PLTA Saguling, PLN menderita kerugian pendapatan Rp 5,5 triliun per bulan. Ini didasarkan atas perhitungan 1.300 MW dikalikan 500 jam, dan dikalikan harga Rp 1.000 per kWh.
"Kerugian satu bulan segitu," ucap Direktur Bisnis & Manajemen Risiko OLN, Murtaqi Syamsuddin.
"Yang penting konsumen tidak merasakan ini. Kita minta kepada temen untuk bekerja," imbuh Dahlan.
(wep/ang)











































