Demikian disampaikan oleh General Manger PT Indonesia Power UBP (Unit Bisnis Pembangkitan) Kamojang ketika ditemui di Garut, Jawa Barat, Jumat (18/3/2011).
"Pihak PLN berencana mengingkatkan kapasitas produksi menjadi 5.990 MW atau setara dengan rata-rata 600 MW per tahunnya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hananto menilai, mengingat Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, maka itu proyek percepatan pembangunan pembangkit tahap II lebih difokuskan pada pembangunan PLTP (pembangkit tenaga listrik panas bumi).
Dia menambahkan, PLTP Kamojang yang terdiri dari 3 unit (unit 1,2, dan 3), akan melakukan negosiasi kontrak baru dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) karena kontrak pasokan uap akan berakhir pada Juli (Kamojang 2), September (Kamojang 3), dan Desember (Kamojang 1).
"Terkait masalah harga, harga uap saat ini untuk PLTP Kamojang 1 adalah sebesar US$ 3,5 sen. Untuk unit Kamojang 2 dan 3 harganya US$ 11 sen. Kami ingin supaya harganya bisa disesuaikan dengan regulasi yang mematok harga maksimal US$ 9,7 sen," katanya.
(nrs/dnl)











































