Hal ini dikemukakan oleh Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN, Murtaqi Syamsuddin kepada detikFinance, di Kampung Sumber Alam, Garut, Jawa Barat (19/3/2011).
''Ya, kita sudah ada skemanya untuk industri supaya mereka mau bergeser operasionalnya ke jam malam,'' kata Murtaqi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
''Secara garis besar, mekanisme skema tersebut sudah siap. Terkait tentang korting tarif sebesar 20%-25% yang akan diterapkan pada jam tengah malam tersebut juga sudah dibicarakan,'' paparnya.
Dia juga menambahkan, bahwa sama seperti skema cicilan, hal tersebut bersifat business to business, sehingga skema ini nantinya akan diterapkan bagi para industri yang mau menggunakannya.
''Ini skemanya kita tawarkan dan bersifat b to b. Jadi kalau mereka mau ambil, ya tinggal ambil. Yang jelas kita tinggal memberikan konsep jelasnya seperti apa, termasuk perhitungan tarifnya,'' ucap Murtaqi.
Lebih lanjut lagi, skema cicilan yang sejauh ini ditawarkan kepada pihak industri belum banyak yang ingin menerapkannya. ''Sampai saat ini, sudah ada beberapa industri, tapi belum banyak. Jadi industri sejauh ini bayar dengan tarif penuh,'' katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Operasional Jawa-Bali, I Ngurah Adnyana menyampaikan bahwa untuk mengurangi beban puncak pembangkit, pihak PLN berusaha mendorong pelanggan yang besar (industri) untuk beroperasi pada malam sampai pagi hari.
''Kalau mau pakai di situ, kita kasih diskon tarif 20%. Ini kita tawarkan kepada mereka, dan sudah mulai ke pelanggan industri. Mudah-mudahan, bisa ditanggapi,'' papar Adnyana.
''Kalau gini kan bisa sama-sama untung, PLN bisa kurang beban puncaknya, industri bisa murah bayarnya, dan pekerja industri bisa mendapatkan insentif lembur,'' lanjutnya.
Seperti diketahui, setelah melewati perdebatan penuh beberapa waktu lalu antara pihak PLN dan Industri terkait masalah capping listrik, akhirnya muncul kesepakatan bahwa capping industri listrik dicabut. Sehingga tarif listrik Industri yang sebelumnya dibatasi kini harus membayar dengan tarif listrik penuh.
Mengatasi kemungkinan kesulitan membayar tarif penuh tersebut, PLN memberikan penawaran dengan skema cicilan. Sempat dicetuskan sebuah ide oleh Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, bahwa akan digunakan pula penggunaan tarif listrik tengah malam (Dari pukul 23:00-05:00).
Oleh karena itu, dengan disiapkannya surat skema listrik tengah malam tersebut, pihak industri memiliki opsi tambahan selain skema cicilan.
(nrs/ang)











































