Langkah Libya ini cukup melegakan banyak pihak karena berpotensi membatalkan rencana bantuan serangan negara-negara barat yang diperkirakan bisa memperpanjang konflik dan merusak fasilitas pengeboran minyak di negara tersebut.
Perdagangan minyak telah melewati pekan yang berat dengan volume perdagangan di bawah rata-rata, para bandar masih enggan untuk menyimpan dana yang besar atas krisis nuklir di Jepang serta keraguan gencatan senjata oleh Muammar Gaddafi bisa menelurkan hasil dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei turun US$ 97 sen ke posisi US$ 113,93 per barel, dari posisi tertingginya di US$ 117,29 per barel saat juru bicara Libya mengumumkan penghentian seluruh operasi militernya.
Meski menguat di perdagangan Jumat waktu setempat, minyak jenis Brent dalam sepekan turun mendekati 1%. Pasalnya, di awal pekan harga minyak naik tinggi pasca gempa dan tsunami di Jepang.
Minyak di bursa berjangka Ameriak untuk pengiriman April turun US$ 35 sen ke posisi US$ 101,07 per barel, yang sempat menembus posisi tertingginya di US$ 103,66 per barel. Minyak mentah ini hanya turun US$ 9 sen dalam sepekan.
(ang/ang)











































