Demikian disampaikan Field Admin Superintendent Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), A Bashith Syarwani di Tuban, Minggu (20/3/2011).
"Kami sudah berkali-kali meminta agar Pemkab Tuban mengeluarkan ijin, toh jika ijin keluar keuntungannya juga tidak hanya milik JOB PPEJ, tapi juga bisa dinikmati masyarakat dan Pemkab Tuban,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
memproduksi 41.000 barel minyak.
"Kalau sumur di Pandanwangi bisa kita ekploitasi, juga memberikan nilai tambah bagi Kabupaten Tuban maupun warga sekitar sumur," ungkapnya.
Syarwani mengungkapkan, untuk memproduksi 1 sumur migas dibutuhkan biaya sebesar 12 juta US$. Selain itu, ada juga biaya lain yang harus dibayarkan untuk membangun sebuah sumur migas.
"Belum lagi soal pembebasan lahan atau pun cost sosial lainnya," tambahnya
JOB PPEJ berharap dengan bupati dan wakil bupati yang baru nanti izin lokasi sumur di Pandangwangi segera keluar. "Kalau sudah kita ekplor tahapan selanjutnya yakni proses produksi. Namun, akan kita lihat apakah efesien atau tidak," tandasnya.
Selain masalah izin lokasi yang alot, izin penggalian pipa yang akan dialiri hasil produksi JOB PPEJ di wilayah Palang, Kabupaten Tuban juga agak sulit. "Tapi, alhamdulillah untuk izin penggalian pipa sudah tidak ada masalah," kata Syarwani.
(bdh/dru)











































