Premium Tak Dibatasi, Pemerintah Bisa 'Bobol' Rp 7 Triliun

Premium Tak Dibatasi, Pemerintah Bisa 'Bobol' Rp 7 Triliun

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2011 15:53 WIB
Premium Tak Dibatasi, Pemerintah Bisa Bobol Rp 7 Triliun
Jakarta - Apabila konsumsi BBM subsidi tak dibatasi tahun ini, maka dana subsidi di 2011 terancam meningkat. Pemerintah berpotensi untuk menambah anggaran tersebut minimal Rp 7 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).

"Volume total BBM bersubsidi dapat mencapai 42 juta KL (kiloliter). Excess terhadap kuota sebesar 3,5 juta KL adalah Rp 7 triliun," kata Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, kuota BBM subsidi tahun ini adalah sebesar Rp 38,5 juta KL. Namun Darwin mengatakan, realisasi sampai 16 Maret 2011, konsumsi premium dan solar sudah terus melewati jatah yang ditetapkan.

Meskipun dana subsidi ini terancam membengkak, namun pemerintah belum juga punya sikap jelas untuk menekan anggaran subsidi BBM tersebut.

Sebelumnya pemerintah merencanakan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jabodetabek dimulai pada April 2011. Mobil plat hitam dan plat merah di Jabodetabek tak boleh memakai BBM subsidi. Namun aturan ini gagal dilaksanakan.

Menanggapi pembatalan ini, Anggita DPR mendesak pemerintah untuk tegas mengatakan sampai kapan rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi ini ditunda.

"Pemerintah memandang perlu mempertimbangkan waktu yang tepat (mengundur rencana pembatasan BBM Bersubsidi). Nah, ini kira-kira bagimana? Kesimpulan pemerintah hari ini belum mencapai titik, tapi masih koma. Jadi harus dijelaskan kapan ketetapan pelaksanaannya jika ini ditunda," ucap Anggota Komisi VII Nur Yasin.

Anggota Komisi VII Lain, Sadewo juga menanyakan hal yang sama ke pemerintah.

"Ini harus ada kepastian terhadap tepat sasaran dan tepat volumenya per tahun. Kalau bisa diselesaikan kami yakin semangat untuk menyehatkan APBN bisa terimplementasi dan pembengkakan tidak terjadi," ujar Sadewo.

(nrs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads