Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).
"Volume total BBM bersubsidi dapat mencapai 42 juta KL (kiloliter). Excess terhadap kuota sebesar 3,5 juta KL adalah Rp 7 triliun," kata Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun dana subsidi ini terancam membengkak, namun pemerintah belum juga punya sikap jelas untuk menekan anggaran subsidi BBM tersebut.
Sebelumnya pemerintah merencanakan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jabodetabek dimulai pada April 2011. Mobil plat hitam dan plat merah di Jabodetabek tak boleh memakai BBM subsidi. Namun aturan ini gagal dilaksanakan.
Menanggapi pembatalan ini, Anggita DPR mendesak pemerintah untuk tegas mengatakan sampai kapan rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi ini ditunda.
"Pemerintah memandang perlu mempertimbangkan waktu yang tepat (mengundur rencana pembatasan BBM Bersubsidi). Nah, ini kira-kira bagimana? Kesimpulan pemerintah hari ini belum mencapai titik, tapi masih koma. Jadi harus dijelaskan kapan ketetapan pelaksanaannya jika ini ditunda," ucap Anggota Komisi VII Nur Yasin.
Anggota Komisi VII Lain, Sadewo juga menanyakan hal yang sama ke pemerintah.
"Ini harus ada kepastian terhadap tepat sasaran dan tepat volumenya per tahun. Kalau bisa diselesaikan kami yakin semangat untuk menyehatkan APBN bisa terimplementasi dan pembengkakan tidak terjadi," ujar Sadewo.
(nrs/dnl)











































