Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo, mengatakan bahwa pengembangan bahan bakar alternatif tersebut sesuai dengan salah satu kesimpulan tim kajian Anggito Cs terkait rencana kebijakan pembatasan BBM bersubsidi.
"Nanti kita akan mengembangkan CNG (bahan bakar gas). CNG itu ramah lingkungan, lebih hemat bagi subsidi, dan lebih murah terjangkau," katanya di hadapan anggota Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta (21/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga masih ada masalah dengan keterbatasan jaringan pasokan gas," terangnya.
Dikatakannya untuk bahan bakar alternatif ini sudah ada Peraturan Menteri No 19/2010 tentang pemanfaatan gas bumi untuk transportasi, ada harga yang sudah ditentukan bagi BBG tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan meminta dukungan investasi dari perbankan bersama dengan insentif fiskal untuk penyedian Converter Kit.
"Namun, masalahnya adalah produksi LGV masih rendah, harga LGV juga masih sensitif dengan harga minyak, belum dikenal masyarakat bayak, baru ada penyediaannya di DKI Jakarta," katanya.
Untuk pengembangan LGV tersebut juga sudah ada regulasinya yaitu Permen ESDM No 19/2010. Selain itu, Pertamina selaku BUMN migas sudah memiliki delapan SPB (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) LGV yang memakai nama Vigas.
"Tahun 2011 nati Pertamina juga akan menambah SPB LGV menjadi 18," kata Evita.
Evita menambahkan, pemerintah berencana akan membuat percontohan pemakaian LGV kepada Taksi dan juga kendaraan berpelat merah. Sosialisasi akan terus dilakukan dan akan ada keringanan perpajakan untuk kendaraan LGV dan SPB LGV.
"Insentif fiskal untuk pengadaan Converter Kit dan juga meminta dukungan perbankan dalam investasi pemanfaatan LGV," tutur Evita.
Jauh sebelumnya Evita mengatakan bahwa masyarakat dapat beralih untuk menggunakan bahan bakar seperti LGV tersebut. Mengingat, hal tersebut dapat mebantu masyarakat untuk memilih bahan bakar untuk kendaraan selain Pertamax, Premium, dan juga Solar. Untuk harga converter kit supaya kendaraan dapat menggunakan baha bakar gas LGV, dibutuhkan dana sekitar Rp 10 juta.
(nrs/hen)











































