Jika Premium Dibatasi, Impor Pertamax Bisa Melonjak 1.100%

Jika Premium Dibatasi, Impor Pertamax Bisa Melonjak 1.100%

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2011 21:00 WIB
Jika Premium Dibatasi, Impor Pertamax Bisa Melonjak 1.100%
Jakarta - Apabila kebijakan pembatasan BBM subsidi dilaksanakan, maka impor pertamax yang dilakukan pemerintah bakal melonjak 1.144% dari biasanya hanya 340 ribu kiloliter (KL), menjadi 4,23 juta KL.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan, lonjakan impor pertamax ini terjadi karena adanya perpindahan konsumsi bensin mobil dari premium ke pertamax. Apalagi kapasitas produksi pertamax dalam negeri hanya 460 ribu KL.

"Jika diberlakukan (kebijakan pembatasan BBM bersubsidi), maka akan ada kenaikan impor pertamax menjadi 4,23 juta KL. Sehingga totalnya menjadi 4,69 juta KL (impor sebesar 4,23 juta KL ditambah produksi kilang sebesar 0,46 juta KL)," tutur Evita dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Evita, saat ini biasanya jumlah impor pertamax yang dilakukan Indonesia hanya 340 ribu KL dari total keseluruhan pasokan pertamax 0,8 juta KL.

"Maka itu, untuk impor premium yang sebelumnya berjumlah 12,58 juta KL (kapasitas total 23,16 juta KL, dari produksi kilang sebesar 10,58 juta KL), mengalami pengurangan menjadi 8,69 juta KL dengan total kapasitas sebesar 19,27 juta KL," tambah Evita.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Ismayatun mengatakan jika impor pertamax meningkat, maka hal tersebut dapat mematikan usaha Pertamina.

"Ini dapat mengganggu Pertamina, katanya kan Pertamina baru bisa olah HOMC Pertamax pada tahun 2017, sedangkan sekarang belum bisa," katanya.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads