"PLTG Gilimanuk sudah keluar dari sistem sejak pukul 00.06 Wita, Selasa (22/3/2011) karena akan menjalani pemeliharaan," kata General Manager PT PLT (Persero) Distibusi Bali Dadan Koerna Dipoera di kantornya, JL Tjok Agung Tresna, Denpasar.
Dadan menjelaskan PLTG Gilimanuk menjalani pemeriksaan setelah beroperasi selama 6 ribu jam. Akibatnya, pasokan listrik Bali akan berkurang sebanyak 130 MW selama masa perbaikan delapan hari, dari 22-29 Maret 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi normal, daya mampu Bali mencapai 690,5 MW. Beban puncak tertinggi mencapai 547 MW.Β Dengan adanya perbaikan PLTG Gilimanuk dan kendala di beberapa pembangkit maka daya mampu Bali hanya mencapai 502,5 MW. Jika beban puncak mencapai 547 MW maka listrik Bali akan mengalami defisit 44,5 MW.
"Untuk itu kami mengimbau masyarakat, selama pemeliharaan PLTG Gilimanuk, masyarakat membantu dengan melakukan penghematan pada saat beban puncak pada pukul 18.00-21.00 wita," kata Dadan.
Ia pun meminta pihak hotel yang mengkonsumsi listrik hingga 40 MW untuk ikut berhemat dengan menggunakan genset.Β Jika hotel menggunakan genset maka defisit listrik Bali akan berkurang hingga mencapai 35-40 MW. "Hotel yang tidak patuh menggunakan genset listriknya akan dipadamkan. Penghematan oleh masyarakat juga mampu menekan defisit," kata Dadan.
Selama ini pasokan listrik di Bali bersumber dari beberapa pembangkit, diantaranya Kabel Laut Jawa-Bali, PLTG Gilimanuk, PLTG Pemaron, dan PLTG Pesanggaran.
(gds/qom)











































