Bali Dihantui Pemadaman Akibat Defisit Listrik

Bali Dihantui Pemadaman Akibat Defisit Listrik

- detikFinance
Selasa, 22 Mar 2011 13:33 WIB
Bali Dihantui Pemadaman Akibat Defisit Listrik
Denpasar - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali keluar dari sistem karena menjalani pemeliharaan. Akibatnya, listrik di Bali akan mengalami defisit sehingga ancaman pemadaman pun membayangi masyarakat.

"PLTG Gilimanuk sudah keluar dari sistem sejak pukul 00.06 Wita, Selasa (22/3/2011) karena akan menjalani pemeliharaan," kata General Manager PT PLT (Persero) Distibusi Bali Dadan Koerna Dipoera di kantornya, JL Tjok Agung Tresna, Denpasar.

Dadan menjelaskan PLTG Gilimanuk menjalani pemeriksaan setelah beroperasi selama 6 ribu jam. Akibatnya, pasokan listrik Bali akan berkurang sebanyak 130 MW selama masa perbaikan delapan hari, dari 22-29 Maret 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pasokan akan berkurang menjadi 188 MW akibat beberapa pembangkit mengalami masalah, yaitu PLTG Pemaron, dan beberapa pembangkit listrik lainnya.

Dalam kondisi normal, daya mampu Bali mencapai 690,5 MW. Beban puncak tertinggi mencapai 547 MW.Β  Dengan adanya perbaikan PLTG Gilimanuk dan kendala di beberapa pembangkit maka daya mampu Bali hanya mencapai 502,5 MW. Jika beban puncak mencapai 547 MW maka listrik Bali akan mengalami defisit 44,5 MW.

"Untuk itu kami mengimbau masyarakat, selama pemeliharaan PLTG Gilimanuk, masyarakat membantu dengan melakukan penghematan pada saat beban puncak pada pukul 18.00-21.00 wita," kata Dadan.

Ia pun meminta pihak hotel yang mengkonsumsi listrik hingga 40 MW untuk ikut berhemat dengan menggunakan genset.Β  Jika hotel menggunakan genset maka defisit listrik Bali akan berkurang hingga mencapai 35-40 MW. "Hotel yang tidak patuh menggunakan genset listriknya akan dipadamkan. Penghematan oleh masyarakat juga mampu menekan defisit," kata Dadan.

Selama ini pasokan listrik di Bali bersumber dari beberapa pembangkit, diantaranya Kabel Laut Jawa-Bali, PLTG Gilimanuk, PLTG Pemaron, dan PLTG Pesanggaran.

(gds/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads