Demikian disampaikan oleh Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN, Murtaqi Syamsuddin ketika menyampaikan kinerja perusahaan listrik milik BUMN tersebut pada tahun 2010 di depan anggota Komisi VII DPR RI, Jakarta (22/3/2011).
“Penambahan pelanggan biasanya paling tinggi berkisar dari 1,3 juta sampai 1,5 juta pelanggan. Untuk tahun 2010 kemarin kami berhasil menyambung pelanggan sebanyak 2,3 juta pelanggan,” ucap Murtaqi.
Murtaqi menjelaskan, bahwa penambahan pelanggan hingga 2,3 juta tersebut merupakan peningkatan sebesar 181,98% dari jumlah penambahan pelanggan pada tahun sebelumnya yang hanya 1,2 juta pelanggan.
“Sampai saat ini, jumlah pelanggan PLN adalah sebesar 42 juta. Meningkat dari jumlah tahun sebelumnya yaitu 40 juta pelanggan,” terangnya.
Adapun, lanjutnya, untuk penambahan daya tersambung pihak PLN sudah menambah daya hingga 4.545,51 MVA (unaudited) pada tahun 2010, dimana terjadi peningkatan sebesar 161,86% dari tahun sebelumnya. “Hingga saat ini, jumlah daya tersambung PLN adalah 67.439,29 MVA,” tambah Murtaqi.
“Untuk tingkat pelayanan terhadap pelanggan, pemadaman yang pada tahun 2009 mencapai 1002 menit per pelanggan sekarang bisa kita tekan menjadi 418 menit (unaudited) per pelanggannya. Sedangkan untuk rata-rata berapa kali listrik mati, pemadaman per pelanggan dari 10,7 kali misa menjadi 6,8 kali per tahun per pelanggan di 2010,” lanjut Murtaqi.
Seusai disampaikan oleh Murtaqi, hal tersebut sempat mendapat respon positif dari anggota Komisi VII. PLN dinilai dapat meningkatkan kinerjanya di tahun 2010 lalu. Namun, beberapa dari mereka menanyakan supaya PLN memberikan data yang lebih merinci per wilayah yang mendapatkan penyambungan hingga pelayanan listrik oleh PLN. Karena, menurutnya masih ada beberapa wilayah yang sering mengalami kekurangan dan pemadaman listrik seperti di wilayah Kalimantan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan menyatakan pihaknya sendiri juga kecewa mengapa di wilayah Kalimantan masih belum mencerminkan pencapaian yang didapat secara nasional oleh PT PLN.
“Nanti akan kami berikan rinciannya per wilayah, dan memang diakui untuk Kalimantan kami juga kecewa karena tidak mencerminkan secara nasional,” katanya.
(nrs/ang)











































