Rencana PLN di 2011, dari 'Tumpas' Calo, PLTS Hingga 'Habisi' Daftar Tunggu

Rencana PLN di 2011, dari 'Tumpas' Calo, PLTS Hingga 'Habisi' Daftar Tunggu

- detikFinance
Selasa, 22 Mar 2011 18:12 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) telah menyusun sejumlah rencana ambisius di tahun 2011. Mulai dari menghilangkan calo, menghabiskan daftar tunggu se-Indonesia, hingga melistriki pulau-pulau kecil Indonesia dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan disela-sela rapat dengar pendapat antara PT PLN bersama dengan Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

"Untuk rencana 2011, secara garis besar, kita ingin menghabiskan daftar tunggu se-Indonesia (kurang lebih 1,5 juta sambungan), tidak boleh ada daftar tunggu lagi. Akhir Mei nanti juga akan ada gerakan menyambung  satu juta sambungan, sekaligus menghapus calo," kata Dahlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PLN juga ingin mempercepat penyelesaian pembangunan proyek pembangkit 10000 MW, termasuk pula merumuskan prosedur baru bagi pihak PLN untuk proyek pembangkit baru.

"Kita juga ingin melakukan pembenahan untuk total pengadaan spare part. PLN sering sekali dibilang mainkan pengadaan spare part, kami ingin bereskan itu. Tahun lalu pengadaan strategis sudah kita bereskan yang bisa menghemat hingga Rp 2 triliun. Tahun ini kita harus berhasil membereskan spare part itu, karena spare part ini besar sekali, bisa menghabiskan hingga Rp 7 triliun," urai Dahlan.

"Kita juga berencana melistriki 11 ibukota kabupaten yang  belum mendapat listrik. Kemudian, kita ingin membuat 6 kabupaten menjadi 24 jam terlistriki. Sekarang ini masih ada yang 6 jam, kita ingin menjadikan 24 jam," tambahnya.

Mengenai rasio elektrifikasi, Dahlan menyampaikan ingin meningkatkan rasionya menjadi 60%-70% untuk 7 provinsi.

"Misalnya untuk NTT, kan Rasio Elektrifikasi 31% untuk menjadi 70% itu membutuhkan 70 tahun dengan waktu normal. Namun kita ingin akhir tahun ini harus bisa dinaikkan. Kita akan melakukan bertahap, tahun ini kita selesaikan per provinsi,” ucap Dahlan.

Selain itu, PLN juga berambisi menerangi 100 pulau yang selama ini tidak teraliri listrik dengan 100% Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada tahun 2011 ini.

"Kan kita tahu, kalau ada pulau yang memakai diesel, ketika ada Angin Barat atau Angin Timur akan ada kesulitan untuk mendapatkan distribusi BBM. Kita ingin basisnya yang selama ini sulit untuk mendapatkan listrik, maka itu kita ingin menggunakan PLTS," imbuh Dahlan.

Dahlan mengakui, harga listrik PLTS cukup mahal Rp 3500 (per kWh), namun pembangkit dengan BBM pun sama mahalnya.

"Jadi lebih baik kita menggunakan PLTS. Tapi ini efektif untuk digunakan di pulau-pulau kecil, karena tidak membutuhkan listrik yang besar. Kecuali kalau kita pakai PLTS di Jawa," jelasnya.

Berikut ini adalah pemaparan yang disampaikan oleh Dahlan dalam presentasinya di hadapan anggota Komisi VII DPR RI:


  1. Menghabiskan daftar tunggu se-Indonesia (kurang lebih 1,5 juta sambungan)
  2. Mempercepat pembangunan proyek pembangkit 10.000 MW
  3. Pembenahan total pengadaan spare part
  4. Melistriki 11 ibukota Kabupaten belum berlistrik
  5. Membuat 6 Kabupaten = 24 jam
  6. 7 Provinsi Rasio Elektrifikasi 60-70%
  7. 100 Pulau = 100% tenaga surya.
 

(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads