Produksi Gas Berlebih, RI Merasa Siap Bantu Jepang

Produksi Gas Berlebih, RI Merasa Siap Bantu Jepang

- detikFinance
Rabu, 23 Mar 2011 11:01 WIB
Produksi Gas Berlebih, RI Merasa Siap Bantu Jepang
Jakarta - Pemerintah mengatakan saat ini produksi gas dalam negeri melebihi target yang ditetapkan. Karena itu pemerintah merasa siap membantu Jepang memasok tambahan gas, karena Jepang dinilai telah banyak membantu Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).

"Kita tahu produksi gas kita alhamdulillah lebih target dari yang dialokasikan di APBN dan kelebihan tersebut kita ingin lihat. Apakah ada yang bisa kita gunakan untuk bantu Jepang, kita tahu Jepang adalah satu dari negara penting di dunia yang sudah lama sejarah ekonominya saling bantu dengan Indonesia," tutur Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun begitu, Darwin masih menunggu hasil kajian dari Dirjen Migas dan BP Migas soal hal ini. "Karena gas mudah menguap, kita lihat rekomendasinya," imbuh Darwin.

Darwin mengatakan, dirinya tetap memperhatikan kebutuhan gas domestik terpenuhi. Seperti diketahui, meskipun produksi gas berlebih, namun Indonesia ternyata 'bingung' menyalurkannya karena infrastruktur yang belum memadai.

Di tempat yang sama, Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan, timnya masih membicarakan soal tambahan pasokan gas ke Jepang. "Kita lihat jual dulu karena gas itu memang utamanya untuk domestik, tapi kita juga menyadari kalau memang tidak ada infrastruktur tidak mungkin kita kirim LNG (gas cair)," jelas Evita.

Seperti diketahui, untuk mengatasi dampak bencana gempa dan tsunami yang sangat dahsyat, pemerintah Jepang meminta bantuan gas dan minyak dari Indonesia. Permintaan langsung disampaikan Wamenlu Jepang.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta langsung menemui Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Makiko mengakui, sejak terjadinya gempa dan tsunami, pemabngkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di negara itu rusak parah. Akibatnya, saat ini Jepang kekurangan pasokan listrik.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads