"Efisiensi yang dilakukan dari Ditjen (Direktorat Jenderal) kami adalah dari sisi Downstream (hilir). Ini sesuai dengan instruksi Menteri Energi dan Sumber Daya Energi Mineral (Darwin Zahedy Saleh) untuk menyampaikan surat kepada Pertamina dan BPH Migas bahwa alur distribusi BBM Bersubsidi itu diarahkan bagi yang berhak, sehingga nantinya akan ada efisiensi energi di situ," tutur Dirjen Migas Evita Herawati Legowo.
Evita menyampaikan ini dalam perbincangan mengenai efisiensi energi dalam acara Efficiency and Conversation Clearing House Indonesia di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan kita bisa sadarkan semua. Kalau tidak penting-penting amat mari kita gunakan BBM seara bijaksana dan proper," terang Evita.
"Hal ini pun merupakan harapan kami (KESDM) bersama dengan Dirjen Perhubungan Darat. Harapannya yaitu dengan berusaha memperketat kuota BBM Subsidi agar sampai tidak digunakan oleh yang tidak berhak," tandasnya.
Selain itu, Evita juga menyampaikan, Direktorat Jenderal Migas KESDM melihat arah efisiensi energi ke dalam dua hal, yakni dari sisi upstream dan downstream (Hulu dan Hilir).
"Namun, kami minta maaf kalau dari sisi upstream kami masih belum bisa melakukan konservasi energi," katanya.
"Kita sendiri masih tergantung terhadap minyak dan gas untuk penerimaan negara kita. Jadi, sementara ini kita belum bisa melakukan konservasi kalau dari sisi hulu. Kita ingin konservasi tapi belum bisa, maaf, karena memang masih butuh untuk keperluan kita sendiri," lanjut Evita.
(nrs/dnl)











































