RI Bisa Dapat Rp 30 Triliun dari Tambahan Ekspor Gas ke Jepang

RI Bisa Dapat Rp 30 Triliun dari Tambahan Ekspor Gas ke Jepang

- detikFinance
Jumat, 25 Mar 2011 15:05 WIB
Jakarta - Pemerintah harus berani mengambil sikap untuk memberi bantuan tambahan ekspor LNG ke Jepang. Jika pemerintah menyanggupi tambahan itu, peluang tambahan ekspor gas mencapai Rp 30 triliun.

"Kita kan ada spare di Sempra sekitar 1 juta ton (gas) yang tidak terpakai. Kalau mau bantu itu bisa menambah pendapatan sekitar Rp 30 triliun," kata pengamat perminyakan sekaligus pengajar pascasarjana FEUIΒ  Kurtubi, ketika ditemui di gedung DPR RI, Jakarta (25/3/2011).

Menurutnya Jepang sangat membutuhkan pasokan bantuanΒ  energi pasca negara tersebut dilanda bencana gempa dan tsunami yang mengakibatkan rusaknya PLTNΒ  yang dimiliki mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pasokan bantuan ke Jepang, kita harus berani memasok bantuan ke sana. Karena bisa menambah pasar LNG untuk ke Jepang," katanya.

Kurtubi menyampaikan, bahwa jika kita memiliki cadangan gas, kita harus berani janji untuk memasok gas ke Jepang.

"Saya adalah yang berpendapat untuk menolong Jepang, tapi harus tegas. Kalau tidak tegas, nanti bisa diambil Rusia. Kan yang saya dengar Rusia juga mau bantu, kalau iya, mereka tinggal buat pipa ke sana. Ini adalah peluang pasar, kita harus bantu," ucapnya.

Dikatakannya untuk soal harga, ia memperkirakan Jepang berani membayar dengan harga yang menarik. Selama ini Jepang membeli gas dari lapangan gas Badak dengan harga US$ 16/mmbtu.

Di tempat yang sama, Kepala Humas Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Gde Pradnyana menyampaikan, bahwa sampai saat ini hal tersebut masih dibicarakan di pemerintah. BP Migas siap untuk menunggu instruksi tersebut.

"Kita siap melaksanakan, jika sudah ada instruksi kita tinggal mencari mana gas yang bisa dipasok ke sana," kata Gde.

(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads