"Di Sumatera bisa mencapai 100 MW," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto, saat dihubungi detikFinance, Minggu (27/3/2011).
Berdasarkan biaya produksi rata-rata PLN sebesar Rp 2.000, maka pulau Sumatera berhasil menghemat energi sebanyak Rp 200 juta pada satu jam aksi Earth Hour semalam. Namun jika satu pembangkit memakai bahan bakar minyak, dipastikan penghematan bisa lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya khusus di Jawa-Bali, penghematan listrik sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2010, terjadi pengurangan
daya 200 MW, sementara aksi semalam berhasil mencapai 600 MW jika ditambah dengan Sumatera setara dengan penghematan Rp 1,4 miliar.
"Ini lebih baik. Kalau tahun lalu kan terkonsentrasi di Jakarta saja. Sekarang kan ada di 6 kota di Jawa Bali. Dimana, Jakarta masih sumbangannya besar, 170 MW. Karena memang beban tertingginya di Jakarta," ucap Bambang.
Bambang juga menegaskan tidak ada penurunan daya tiba-tiba dalam aksi Earth Hour kemarin malam. "Memang persentasenya 600 MW dibandingkan 15 ribu MW. Namun kalau (penurunan daya listrik) terjadi di waktu yang sama buat pembangkit terkejut. Kalau turun, sangat-sangat drastis. Semalam tidak drastis,"
tuturnya.
Kampanye Earth hour telah diselanggarakan kemarin malam selama satu jam mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 21.30 WIB. Kegiatan bertujuan menghemat energi
dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang digalang oleh LSM global WWF.
(wep/hen)











































