Demikian disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun kepada detikFinance di sela-sela rapat antara Menteri ESDM, bersama dengan Wamenkeu, Dirut Pertamina, PLN, dan juga PGN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
"Yang pakai masih (hanya) kendaraan Taxi Express. Taksinya itu jenis taksi yang jenis mewah," ucap Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang, masih sedikit yang pakai. Karena orang masih lebih memilih premium dan juga investasi tangki untuk penyediaan tangki Vigas masih mahal," terangnya.
Dikatakan olehnya, bahwa kelebihan dari Vigas adalah hanya dengan menggunakan tangki yang kecil namun bisa mencakup untuk jarak yang jauh.
Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah sempat mengatakan untuk mengembangkan penggunaan Vigas sebagai bahan bakar alternatif yang bisa digunakan masyarakat, disamping mengantisipasi dari penggunaan Pertamax yang harganya terus naik akibat naiknya harga minyak dunia.
Namun, investasi yang dibutuhkan untuk membeli Converter Kit bagi setiap kendaraan agar dapat menggunakan Vigas tersebut adalah dalam kisaran Rp 10 juta. Akibatnya, bahan bakar alternatif ini masih belum dilirik oleh banyak mata di kalangan masyarakat.
(nrs/dnl)











































