Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
"Harus dilihat juga kita ada cost import-nya itu yang mahal. Kalau mereka (SPBU asing) mungkin dari refinery (kilang) sendiri, jadi beda. Kita kan tidak cukup pertamax di refinery kita," tutur Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga minta ke Menkeu agar pengguna pertamax tidak lari ke premium itu dihapuskan pajaknya. Jadi dikasih insentif lah, pajak dua-duanya," jelas Karen.
Selain itu, soal krisis di Timur Tengah yang bakal mengganggu stok impor minyak Pertamina, Karena mengatakan pihaknya akan terus menjaga stok bensin cukup untuk 22 hari ke depan.
"Tapi tentunya kami minta ke pemerintah untuk dibantu juga karena ini mengganggu cashflow Pertamina dengan harga (minyak) seperti ini," tukas Karen.
(dnl/qom)











































