Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui, target produksi atau lifting minyak Indonesia sebesar 970 ribu barel per hari (bph) tahun ini tak lagi tercapai.
"Unfortunately (sayang sekali) lifting minyak kita tampaknya tidak akan tercapai dengan segala macam alasan yang bisa kita jelaskan," jelas Hatta saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (29/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau short (produksi turun) segitu tentu pendapatan kita berkurang. Sehingga kita tidak bisa memanfaatkan kenaikan harga minyak dunia, karena lifting kita tidak meningkat, ini semua karena banyak persoalan-persoalan," kata Hatta.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi oleh sektor migas adalah seperti kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang belum harmonis sehingga menimbulkan keruwetan dalam perizinan.
Dikatakan Hatta, saat ini harga minyak Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) berada di US$ 113,03 per barel, atau lebih tinggi dari asumsi APBN yang hanya US$ 80 per barel.
(dnl/qom)











































