Hal ini disampaikan oleh Kepala BP Migas R. Priyono dalam presentasinya pada rapat dengar pendapat BP Migas di hadapan anggota Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
"Sejauh ini kendala yang masih kita hadapi untuk mengejar capaian target produksi tersebut adalah karena masiha danya cuaca buruk belakangan ini sehingga mengganggu produksi dalam hal teknis. Selain itu kita juga berkurang produksi karena adaya unplanned shutdown hingga 14,8 ribu barel ekuivalen minyak per hari," tutur Priyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Capaian sementara sampai Maret 2011 untuk produksi migas adalah 95,2% dari target yang ditetapkan," kata Priyono.
Sedangkan untuk produksi gas baru mencapai 98,25% dari target, atau baru mencapai 7.633 BBTUD dari yang ditargetkan pada tahun ini sebesar 7.769 BBTUD.
Priyono menyampaikan ada kendala lain penyebab produksi migas masih belum tembus target. Seperti belum terealisasinya perpanjangan kontrak Lapangan Madura, banyaknya lapangan tua yang berproduksi dengan laju penurunan produksi sekitar 12%.
"Sebanyak 70% fasilitas produksi juga merupakan fasilitas yang sudah tua. Akibatnya frekuensi unplanned shutdown lebih sering terjadi," lanjut Priyono.
"Masalah pembebasan lahan juga masih ada sehingga pemboran sumur pun tertunda," tambahnya.
Dikatakan Priyono, sejauh ini pihaknya mendorong supaya dilaksanakan upaya optimasi produksi da EOR (Enhancement Oil Recovery) pada lapangan-lapangan yang ada.
Selain itu pihaknya juga berencana untuk mengurangi terjadinya unplanned shutdown, ditambah melakukan koordinasi tambahan dengan pihak KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama).
(nrs/dnl)











































