Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pertamina Jaleani Sutomo ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/3/2011).
"Impor premium 5 juta (barel), solar hanya sekitar 3-4 juta barel," jelas Jaelani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaelani mengatakan, pada Juni nanti Pertamina akan meningkatkan impor premium menjadi 6 juta barel karena liburan anak sekolah membuat kebutuhan premium meningkat.
Di tempat yang sama, Dirjen Migas Evita Legowo mengatakan, di tengah tingginya harga pertamax, konsumsi premium terus meningkat hingga Maret ini. Kenaikan konsumsi rata-rata 2%.
"Tapi sekarang kita betul-betul membagi kuota per daerah sehingga kalau kuota habis akan diarahkan ke pertamax," tukas Evita.
(dnl/qom)











































