Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut Menko Perekonomian Hatta Rajasa belum mau banyak berbicara.
"Saya tak mau komentar dulu deh," ujar Hatta sambil tersenyum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Premium namanya terlalu mewah untuk BBM yang disubsidi. Terlalu lux. Nama-nama seperti premium itu terlalu bagus. harusnya diberi nama bensin miskin," ujar Darwin kemarin.
Seperti diketahui, 75% penerima subsidi BBM adalah justru tumah tangga dengan penghasilan tertinggi alias orang kaya. Sementara sisanya 25% hanya diterima oleh rumah tangga berpenghasilan rendah alias miskin.
Rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi batal dilakukan 1 April 2011 ini. Pemerintah mengambil langkah lain, salah satunya menyebar spanduk di SPBU agar masyarakat mampu sadar tak menggunakan BBM subsidi.
Dalam struk pembelian premium, Pertamina juga akan menuliskan 'Untuk orang yang berhak memakainya, dan jangan salah gunakan BBM'.
(dnl/qom)











































