"Pertamax turun cepek mah sama aja," ujar Adi, salah satu pengendara bermotor yang ditemui detikFinance di bilangan Blok M, Jakarta," Jumat (1/4/2011).
Adi mengungkapkan, semenjak harga Pertamax naik menjadi Rp 8700 per liter dirinya sudah mengurungkan niatnya mengkonsumsi Pertamax karena masih terlalu mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau turunnya cuma cepek, saya lihat-lihat dulu saja. Sampai saat ini masih pakai Premium dulu saja buat Matic (Motor) saya," tambah Adi.
Meski demikian, ada juga konsumen yang tetap setia menggunakan pertamax meski harganya sudah sangat mahal. Seperti Fajar, yang mengaku walaupun Pertamax sempat naik hingga Rp 8700 per liter, dia tetap menggunakan Pertamax.
"Memang agak berat, tapi biasa sudah pakai Pertamax. Sekarang turun Rp 100 masih sama saja sih,'' katanya.
Bahkan ada yang menilai, memang harga Pertamax dipengaruhi karena harga minyak dunia sehingga ketika harga Pertamax sedang naik, hal tersebut dinilai wajar, walaupun terasa memberatkan masyarakat yang biasa mengkonsumsi BBM berotkan 92 tersebut.
"Yah habis minyak dunia sedang naik, kan katanya gara-gara rusuh di Libya tuh. Saya sih tidak pakai Pertamax tapi, biasanya Premium. Semoga saja minyak dunia harganya cepat turun, jadi yang biasa beli Pertamax nggak pusing lagi," kata Ucok, yang ditemui di tempat yang tidak jauh berbeda.
Seperti diketahui, harga BBM Non Subsidi seperti Pertamax mekanisme harganya mengikuti sistem mekanisme pasar. Dimana ketika ada kenaikan harga minyak atau penurunan harga minyak, maka harga Pertamax pun ikut terkoreksi.
Sejauh ini, harga Pertamax untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya berada pada level Rp 8.600 per liter. Ini merupakan perubahan per 1 April 2011. Sehari sebelumnya harga Pertamax berada pada angka Rp 8.700 per liter.
(nrs/qom)











































