PT Pertamina (Persero) menyampaikan pasokan BBM masih aman meski terjadi kebakaran di Kilang Cilacap. Pasalnya, perseroan punya tangki backup HOMC sebanyak 50.000 KL.
"Yang terbakar itu tangki HOMC, dan di sana kita punya tangki backup hingga 50 ribu KL. HOMC itu untuk meningkatkan oktan Premium saja, jadi di sana tidak mengganggu operasi kilang. Operasi kilang tidak terganggu dan bisa beroperasi seperti biasa," ujar Mochammad Harun, selaku VP Corporate Communication Pertamina kepada detikFinance, Jakarta (2/4/2011).
Untuk diketahui, tangki milik perusahaan minyak BUMN yang terbakar tersebut adalah tangki T 31.02 yang berkapasitas 10.487 KL. Tangki ini berisikan minyak ringan HOMC (High Octane Mogas Component). Jumlah tanki HOMC di kompleks RU IV Cilacap sebanyak 4 unit dengan kapasitas 61.300 KL. Saat ini pemadaman masih terus dilakukan, jika saja api yang terbakar pada salah tangki tersebut dapat merembet ke tangki yang lain, kemungkinan pasokan BBM dapat terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun mengatakan, kendala pemadaman yang terjadi sampai saat ini adalah karena angin kencang di wilayah tersebut.
"Di sana anginnya kencang, maka itu sekarang kita lakukan pengosongan untuk tangki-tangki sekitar. Serta kita juga melakukan antisipasi dengan membuat tirai air supaya mencegah adanya cipratan api," jelas Harun.
Seperti diketahui, terjadi kebakaran pada tangki 31 T-2 kilang Refinery Unit IV Cilacap milik Pertamina pada pukul 04.55 WIB dini hari tadi (2/4/2011), namun Pertamina menyampaikan bahwa sejauh ini hal tersebut tidak menyebabkan gangguan terhadap produksi BBM kilang RU IV dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Adapun, sebagai informasi tangki T 31.02 yang berkapasitas 10.487 KL ini berisikan minyak ringan HOMC (High Octane Mogas Component). Jumlah tanki HOMC di kompleks RU IV Cilacap sebanyak 4 unit dengan kapasitas 61.300 KL.
Saat ini pemadaman masih terus dilakukan, jika saja api yang terbakar pada salah tangki tersebut dapat merembet ke tangki yang lain, kemundkinan pasokal BBM dapat terganggu.
Untuk sementara penyebab kebakaran dan kerugian atas kejadian ini belum bisa diinformasikan, masih dalam investigasi. Pihaknya juga sudah menginformasikan kepada pihak berwenang dan masyarakat sekitar dan memohon maaf atas kekurangnyamanan yang terjadi.
Masyarakat diminta untuk tidak panik, karena penanganan atas kebakaran terus dilakukan pihak Pertamina hingga pendinginan.
(nrs/ang)











































