"Kejadian serupa sering terjadi, berarti Pertamina kurang belajar dari pengalaman," ujar pengamat perminyakan, Kurtubi ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Minggu (3/4/2011).
Menurut Kurtubi, Pertamina dan pemerintah tidak penah terbuka kepada masyarakat tentang penyebab kebakaran yang telah terjadi. Polisi sendiri, lanjut Kurtubi juga tidak pernah memberitahukan penyebab terjadinya kebakaran walau sudah melakukan invistigasi di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kejadian ini, kata Kurtubi, banyak pihak yang pasti dirugikan dan yang paling besar adalah masyarakat yang semakin resah dengan cadangan minyak di negara ini.
"Selain pemerintah, masyarakat juga ikut dirugikan dengan suplai BBM," ujarnya.
Kurtubi mengimbau kepada pemerintah agar dilakukan tinjauan rutin di kilang minyak milik Pertamina. Selain itu, kontrol ketat juga perlu diberlakukan supaya kejadian ini tidak terulang di tempat lain.
"Harusnya audit perlu diberlakukan rutin dan kontrolnya pun perlu ditingkatkan,"Β kata Dia.
Seperti diketahui, terjadi kebakaran pada tangki 31 T-2 kilang Refinery Unit IV Cilacap milik Pertamina pada pukul 04.55 WIB dini hari tadi (2/4/2011), namun Pertamina menyampaikan bahwa sejauh ini hal tersebut tidak menyebabkan gangguan terhadap produksi BBM kilang RU IV dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Adapun, sebagai informasi tangki T 31.02 yang berkapasitas 10.487 KL ini berisikan minyak ringan HOMC (High Octane Mogas Component). Jumlah tanki HOMC di kompleks RU IV Cilacap sebanyak 4 unit dengan kapasitas 61.300 KL.
Untuk sementara penyebab kebakaran dan kerugian atas kejadian ini belum bisa diinformasikan, masih dalam investigasi. Pihaknya juga sudah menginformasikan kepada pihak berwenang dan masyarakat sekitar dan memohon maaf atas kekurangnyamanan yang terjadi.
Masyarakat diminta untuk tidak panik, karena penanganan atas kebakaran terus dilakukan pihak Pertamina hingga pendinginan.
Sebelumnya, beberapa kebakaran juga pernah terjadi yakni kecelakaan di instalasi hilir migas Pertamina berturut-turut pada tahun 2009. Setelah sebelumnya terjadi pembakaran berlebihan di pipa Crude Destilation Unit (CDU) Kilang Cilacap, menyusul kebakaran di depo elpiji Makassar. Ditambah pula kebakaran di Depo Plumpang PT Pertamina.
(dru/dru)











































