Menteri BUMN Akui Tangki Kilang Cilacap Sudah 'Uzur'

Menteri BUMN Akui Tangki Kilang Cilacap Sudah 'Uzur'

Anwar Khumaini - detikFinance
Senin, 04 Apr 2011 14:44 WIB
Jakarta -

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengakui kondisi tangki kilang Cilacap milik PT Pertamina (Persero) sudah tua alias uzur. Namun Mustafa menegaskan, meski sudah tua, tangki itu masih memenuhi umur teknis.

"Jadi tangki-tangki sudah tua tersebut bukan berarti tidak bisa dipakai. Masih dalam usia teknis," kata Mustafa saat ditemui di kantor presiden, Senin (4/4/2011)

Ia meminta pada saat pembangunan tangki kilang pengganti nanti harus menggunakan dengan teknologi baru. Diantaranya soal jarak antar tangki yang harus diatur lebih jauh, tidak seperti sekarang ini jarak antara satu sama lain saling berdekatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat kemarin langsung di sana seperti itu wah, jadi faktor angin juga sangat menentukan, oleh karena itu proses pendinginan itu kita lakukan sangat intensif. Sekarang sudah turun 30. Kemarin waktu saya di sana 50 derajat," katanya.

Mustafa juga mengaku belum tahu penyebab kebakaran tangki Cilacap milik Pertamina itu. Ia juga tak mau berkomentar soal berapa kerugian dari bencana tersebut karena saat ini Pertamina masih fokus untuk memadamkan api.

Dikatakannya, bencana kebakaran ini tak berpengaruh besar pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. Antisipasi kebakaran beruntun harus dicegah untuk menekan dampak yang ditimbulkan.

"Saya kira kecil pengaruhnya. Karena semua itu sudah langsung, bukan diambil alih, tapi diforsir untuk pelayanan ke Jogja, ke Jawa Barat, semuanya itu sudah dalam kondisi yang tidak terganggu," katanya.

SebelumnyaΒ  Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan tiga tangki yang terbakar di Kilang Cilacap pada Sabtu lalu merupakan tangki tua yang dibangun sejak 1976. Jadi umur tangki tersebut sekarang sudah mencapai 35 tahun.

"Tangki yang terbakar adalah tangki dalam area 31, bagian dari kelompok yang tertua dibangun 1976.Tangki-tangki yang terbakar tergolong tangki komponen, bukan tangki produk," tutur Darwin.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads