Demikian disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina M. Harun dalam siaran pers, Selasa (5/4/2011).
"Pada pukul 10.35 WIB, Pertamina berhasil memadamkan api yang berkobar di tangki 31 T-7 dan terus melakukan penyemprotan untuk pendinginan. Tangki 31 T-7 merupakan tangki terakhir yang berhasil dipadamkan, setelah sebelumnya tangki 31 T-2 dan 31 T-3 telah dipadamkan pada Minggu," tutur Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminator Canon Foam yang mampu menyemprotkan campuran foam dan air dengan daya lontar hingga 3.500 galon per menit ini membutuhkan foam sekitar 24 ton per jam dan suplai air dari 2 jalur pipa. Pasokan foam terus ditambah dengan mendatangkan stok dari beberapa daerah, termasuk dari Jakarta sebanyak 25 ton.
Pada saat yang bersamaan, proses proteksi dan pendinginan di tangki 31 T-104 yang berdekatan dengan tangki 31 T-7 juga terus dilakukan untuk menjaga suhu tangki tersebut di bawah 50 derajat celcius.
Sementara kedua tangki yang terbakar lainnya, yaitu tangki 31 T-2 dan 31 T-3 sudah dinyatakan padam sejak Minggu (3/4/2011).
Proses pemadaman dan pendinginan yang hingga kini terus dilakukan tidak terganggu oleh gempa berskala 7,1 Skala Ritcher yang terjadi di Cilacap pada Senin (4/4/2011) pukul 03.05 WIB.
Pasokan BBM pun dinyatakan aman dengan ketersediaan stok yang berada di level normal. Terminal Lomanis juga masih beroperasi untuk memasok BBM ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Pada Minggu (3/4/2011), Pertamina juga telah mengalirkan produksi kilang ke Terminal Transit Lomanis yang terdiri dari Minyak Tanah sebesar 7.300 KL, Premium sebesar 13.000 KL dan Solar 28.000 KL.
Dari Terminal Transit Lomanis BBM ini selanjutnya disalurkan melalui pipa ke depot Padalarang, Ujung Berung, Tasikmalaya, Rewulu, dan Depot Teras. Pertamina menjamin pasokan BBM dalam kondisi aman dengan volume stok premium, solar dan kerosin (Minyak Tanah) dijaga pada level 3,2 juta KL.
Untuk Avtur mulai dikapalkan sejak Senin (4/4) sebesar 17.000 KL ke Depot Manggis, Bali dan Soekarno Hatta.
Pertamina juga telah menyiagakan pasokan sebesar 400.000 barel Premium yang sewaktu-waktu dapat digunakan apabila diperlukan untuk menambah pasokan.
Dengan pertimbangan keamanan pelayanan elpiji yang selama ini dipenuhi dari Kilang Cilacap telah dialihkan pasokannya, khusus untuk Jawa Tengah bagian barat akan mengambil dari Kilang Balongan sedangkan untuk pasokan Jawa Tengah bagian timur akan mengambil dari Terminal Elpiji Tanjung Emas sehingga kebutuhan masyarkat dapat terpenuhi seperti biasa.
(dnl/qom)











































