Hal ini diakui oleh Budi Indianto kepada detikFinance, Selasa (5/4/2011).
"Ya betul saya mengundurkan diri. Karena sampai dengan saat ini saya belum dapat memenuhi target produksi (minyak) nasional. Dan ini konsekuensi dari jabatan saya tersebut," tegas Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mundurnya Budi sebagai Deputi BP Migas menjadi sejarah baru. Karena selama ini belum ada Deputi di BP Migas yang mengundurkan diri meskipun produksi migas terutama minyak nasional tak menunjukkan peningkatan.
Produksi minyak Indonesia sampai dengan Maret 2011 masih jauh dari target 970 ribu barel per hari (bph). Karena alasan cuaca buruk, produksi minyak baru capai 91% atau 882,7 ribu bph.
Budi Indianto, kelahiran Malang, 25 September 1956 mulai bertugas sebagai Deputi Pengendalian Operasi BPMIGAS sejak 14 Agustus 2009. Budi Indianto merupakan jebolan dari "Naval Architect" Institut Teknologi 10 Nopember, Surabaya pada tahun 1983, dan kemudian memulai karirnya di Pertamina Direktorat P&T (Perkapalan & Telekomunikasi).
Pada tahun 1997, Budi bertugas di perwakilan Osaka, Jepang dan mengikuti Program Belajar Bisnis Modul Incoorporation dengan Washington International University USA dan di tahun 2002 mendapatkan Master of Business Administration Degree.
Berikut adalah perjalanan karirnya.
BP Migas:
- 2009- Sekarang: Deputi Pengendalian Operasi
- 2008- 2009: Kepala Divisi Penunjang Operasi
- 2007- 2008: Kepala Divisi Pemasaran
- 2002- 2007: Kepala Dinas Pemasaran Migas
Pertamina
- 2002: Senior Manager, Pertamina pemasaran LNG-Direktorat umum
- 2000-2002: General Manager Planning & Schedulling Manager, Pertamina LNG/JMG (Joint Management Group)
- 1997-2000: Deputy GM Operation, Pertamina NGS (Nusantara Gas Services Co.) Osaka, Jepang
- 1993-1997: Technical asst. Manager, Pertamina LNG / JTG (Joint Transportation Group)
- 1983-1993: Pertamina Direktorat P&T (PKK).
(dnl/qom)











































