"Pengganti posisi Deputi Operasi masih belum ditetapkan namun pelaksana harian Deputi Operasi untuk sementara akan saya ambil alih langsung," jelas Priyono kepada detikFinance, Rabu (6/4/2011).
Dikatakannya, pengunduran diri Budi Indianto dilatarbelakangi karena merasa bertanggung jawab terhadap produksi yang belum menunjukkan peningkatan. Dari target Produksi minyak di 2011 yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam APBN sebesar 970.000 barel per hari (bph), hingga saat ini, rata-rata produksi baru mencapai kisaran 908.000 bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang salah satu upaya untuk menjaga tingkat produksi adalah dengan meminimalisir unplanned shutdown, di samping faktor-faktor lain seperti aspek subsurface, eksekusi kegiatan pengeboran dan proyek pengembangan yang tepat waktu serta tidak mendapatkan kendala dari faktor-faktor yang di luar kendali BP Migas," kata Priyono.
Surat pengunduran resmi Budi Indianto telah diterima Priyono kemarin dan telah diteruskan kepada Menteri ESDM, karena yang mengangkat para Deputi di BP Migas adalah Menteri ESDM.
Priyono berharap Budi Indianto masih tetap berada di lingkungan BP Migas mengingat keahlian dan pengalaman yang dimilikinya masih sangat dibutuhkan.
"Atas nama pribadi dan BP Migas, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Budi Indianto atas jasa, kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama ini," tukas Priyono.
Seperti diketahui, Budi kemarin mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Deputi Operasional BP Migas karena dia merasa bertanggung jawab terhadap target produksi minyak dalam negeri yang tak kunjung mencapai target.
(dnl/qom)











































