"Saya sudah melakukan berbagai usaha. Dan tim kami juga terus melakukan usaha dan perbaikan karena target produksi minyak nasional belum tercapai. Namun pimpinan berpendapat lain dan meminta kinerja saya disikapi. Kalau minta diganti saya siap. Karena itu saya mengajukan pengunduran diri," jelas Budi kepada detikFinance, Rabu (6/4/2011).
Budi mengatakan, kondisi di BP Migas sudah tidak kondusif karena ditekan dengan produksi minyak yang tak kunjung meningkat. "Tidak baik kalau sudah saling salah-salahan. Harusnya ada apresiasi dari pimpinan dan mendukung usaha semua pihak. Usaha mengatasi penurunan produksi ini harus didukung penuh. Jangannya disalahkan," tutur Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada masalah harusnya bisa cepat diselesaikan bila ada dukungan. Tapi kami merasa tidak didukung oleh pimpinan tertinggi. Kalau gaya pimpinan BP Migas masih konvensional, susahlah memperbaiki produksi," tegas Budi.
Saat ini memang diakuinya, produksi minyak Indonesia rata-rata baru mencapai 911 ribu barel per hari (bph). Masih jauh di bawah target dalam APBN 2011 yang sebesar 970 ribu bph.
"Untuk mengejar target produksi, saya dan tim siap sampai titik darah penghabisan untuk mengejar target. Saya hanya sebagai prajurit dan pembantu siap ditempatkan di mana saja oleh Pak Menteri (ESDM)," katanya.
Nasib mundurnya Budi saat ini masih berada di tangah Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. "Semua keputusan ada di Menteri, kita tunggu beliau kembali dari Cilacap," imbuh Budi.
Budi Indianto, kelahiran Malang, 25 September 1956 mulai bertugas sebagai Deputi Pengendalian Operasi BP Migas sejak 14 Agustus 2009. Budi Indianto merupakan jebolan dari "Naval Architect" Institut Teknologi 10 Nopember, Surabaya pada tahun 1983, dan kemudian memulai karirnya di Pertamina Direktorat P&T (Perkapalan & Telekomunikasi).
Pada tahun 1997, Budi bertugas di perwakilan Osaka, Jepang dan mengikuti Program Belajar Bisnis Modul Incoorporation dengan Washington International University USA dan di tahun 2002 mendapatkan Master of Business Administration Degree.
Berikut adalah perjalanan karirnya:
BP Migas:
- 2009- Sekarang: Deputi Pengendalian Operasi
- 2008- 2009: Kepala Divisi Penunjang Operasi
- 2007- 2008: Kepala Divisi Pemasaran
- 2002- 2007: Kepala Dinas Pemasaran Migas
- 2002: Senior Manager, Pertamina pemasaran LNG-Direktorat umum
- 2000-2002: General Manager Planning & Schedulling Manager, Pertamina LNG/JMG (Joint Management Group)
- 1997-2000: Deputy GM Operation, Pertamina NGS (Nusantara Gas Services Co.) Osaka, Jepang
- 1993-1997: Technical asst. Manager, Pertamina LNG / JTG (Joint Transportation Group)
- 1983-1993: Pertamina Direktorat P&T (PKK).











































