"Belum ada pengunduran diri itu. Nanti Insya Allah akan saya kabari segera," ujar Darwin singkat kepada detikFinance, Kamis (7/4/2011).
Sebelumnya, Budi Indianto mundur dari posisinya sebagai Deputi Operasi BP Migas akibat ditekan dari atasannya. Budi merasa tak dapat dukungan dan menjadi 'kambing hitam' atas produksi minyak nasional yang tak mencapai target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak baik kalau sudah saling salah-salahan. Harusnya ada apresiasi dari pimpinan dan mendukung usaha semua pihak. Usaha mengatasi penurunan produksi ini harus didukung penuh. Jangannya disalahkan," tutur Budi.
Saat ini memang diakuinya, produksi minyak Indonesia rata-rata baru mencapai 911 ribu barel per hari (bph). Masih jauh di bawah target dalam APBN 2011 yang sebesar 970 ribu bph.
Nasib mundurnya Budi saat ini masih berada di tangah Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. "Semua keputusan ada di Menteri, kita tunggu beliau kembali dari Cilacap," imbuh Budi.
(dnl/qom)











































