Demikian disampaikan oleh Direktur Operasi Indonesia Timur, Vickner Sinaga dalam pertemuan dengan wartawan yang dihadiri oleh wartawan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/4/2011).
"Ini milik PLN, lampu SEHEN ini PLN yang mengadakan. Kami jamin bisa terus nyala. Cukup dengan membayar Rp 35.000 per bulan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per bulan, pelanggan akan dipotong biaya Rp 35.000. Jika deposit akan habis, pelanggan bisa menambahkan deposit tersebut lewat bank pembangunan daerah (BPD) yang terdapat di daerahnya.
"Untuk yang sudah terpasang sekarang adalah 1.234 pelanggan menggunakan itu, itu di NTB dan NTT. Rencananya ingin menambah sampai 120 ribu untuk masing-masing wilayah (total 240 ribu). Dana yang PLN keluarkan untuk penyediaan pake listrik Lampu SEHEN tersebut adalah sebanyak Rp 840 miliar," kata Vickner.
Vickner mengatakan, lewat acara ini, maka PLN optimistis bisa menambah 370 ribu pelanggan baru tahun ini.
Dilanjutkan olehnya, bahwa dengan menggunakan cara ini, maka PLN bisa dengan cepat meningkatkan rasio elektrifikasi wilayah Indonesia Timur, ketimbang dengan cara konvensional yang relatif memakan waktu lama karena harus menyiapkan pembangkit, jaringan, dan sebagainya.
Seperti diketahui, pemakaian lampu SEHEN yang disediakan oleh pihak PLN ini merupakan PLTS Mandiri, dari salah satu rencana PLN yang ingin melistriki 100 pulau terluar Indonesia dengan menggunakan sistim PLTS Komunal.
(nrs/dnl)











































