Harga minyak jenis Brent untuk kontrak Mei menyentuh level US$ 126,65 per barel. Merupakan level tertinggi baru sejak 4 Agustus 2008. Sementara harga minyak light sweet di New York untuk kontrak May juga naik ke level US$ 112,91 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi cukup tajam pada pekan ini karena tak berhentinya kekerasan di Libya, dan juga akibat melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Nigeria yang merupakan eksportir minyak utama di dunia, sedang menjalani proses pemilu yang membuat investor khawatir.
Para trader minyak juga memberikan perhatian terhadap krisis utang di Portugal.
Para Menteri Keuangan negara-negara Uni Eropa mengatakan Portugal akan mendapatkan pinjaman 80 miliar euro atau US$ 115 miliar untuk pemulihan ekonominya.
(dnl/dnl)











































