"Lifting tampaknya meleset. Saya masih berani dan belum mau mengatakan ini sebelum ada usulan kongkrit dari BP migas dan ESDM karena saya meminta mereka optimal dulu bekerja nanti deh ada patokannya sekian," ujar Hatta.
Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2011 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (12/4/2011).
Β
Hatta mengharapkan melesetnya target lifting minyak tidak akan jauh yakni hanya sekitar 5-10 ribu bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya mengenai pernyataan BP Migas mengenai ketidakmampuannya memproduksi sekitar 33 ribu bph, Hatta tetap yakin bisa dicapai dengan kerja keras.
"Ya kerja keras dulu deh," ujarnya santai.
Sedangkan mengenai penyebab tidak tercapainya lifting tersebut yang dilansir BP Migas karena peralatan yang sudah tua, Hatta enggan menjawab.
"Itu otoritas yang bisa ganti itu siapa," tandasnya.
Kepala Dinas Pemeliharaan Fasilitas Operasi BP Migas Julius Wiratno sebelumnya mengatakan, sebanyak 33 ribu barel per hari (bph) minyak gagal diproduksi akibat peralatan tua yang digunakan oleh kontraktor minyak di Indonesia. Ini yang menyebabkan produksi minyak tak mencapai target 970 ribu bph.
(nia/qom)











































