Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BP Migas) Gde Pradnyana mengatakan, selain gas, produksi kondensat juga akan berkurang 1.500 barel per hari.
Β
"Oh iya, di sana (Grissik) lagi ada planned shutdown," singkat Gde saat dihubungi oleh detikFinance, Jumat (15/4/2011).
Gde melanjutkan, planned shutdown ini rencananya dilaksanakan mulai hari ini sampai 19 April 2011. "Jadi itu akan dilakukan untuk 4 hari karena ada maintenance, perbaikan pipa dan valve yang harus diperbaiki," ucap Gde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produksi akan berkurang sekitar 200 bbtud untuk gas, dan sekitar 1.500 barel per hari karena nanti ada beberapa sumur di Sumpal dan di Dayung yang ditutup dulu sementara untuk 4 hari," kata Gde.
"Semuanya akan terpengaruh karena adanya planned shutdown. Tapi yang paling kecil pengaruhnya atau tidak adalah pasokan ke CPI (Chevron Pacific Indonesia). Kan di sana Chevron dapat juga (pasokan gas), tapi yang lainnya kena dampak pengurangan pasokan," ungkap gde.
Tapi, tambah Gde, hal ini sudah dibicarakan Conoco dengan para pembelinya seperti PGN. "Mereka juga sudah lama bicara dengan para pembeli, bahwa akan ada shutdown. Sudah lama mereka bicarakan itu. Supaya tidak ada surprise di antara mereka," tuturnya.
Seperti diketahui, lapangan migas Grissik merupakan lapangan yang dikelola oleh Conoco. Produksi gas dari lapangan tersebut disalurkan kepada PGN, Chevron, dan Singapura. Dengan adanya rencana planned shutdown ini, maka pasokan produksi kepada para ketiga pembeli tersebut akan berkurang untuk sementara selama 4 hari.
(nrs/dnl)











































