2 Pejabat BP Migas Mundur, Produksi Migas Dikhawatirkan Anjlok

2 Pejabat BP Migas Mundur, Produksi Migas Dikhawatirkan Anjlok

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2011 19:07 WIB
2 Pejabat BP Migas Mundur, Produksi Migas Dikhawatirkan Anjlok
Jakarta - Mundurnya dua pejabat BP Migas yang baru saja terjadi belakangan ini dikhawatirkan bakal mengganggu usaha pemerintah meningkatkan produksi minyak. BP Migas harus bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa berharap mundurnya dua pejabat tersebut tak mengganggu produksi migas karena ini bakal mengganggu pengawasan produksi.

"Saya belum mendapat laporan mengenai faktor apa yang menyebabkan mereka mundur. Tapi saya harapkan bahwa dengan mundurnya mereka itu tidak tambah mengganggu kinerja BP Migas," tutur Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menyebutkan, ada banyak masalah yang menyebabkan produksi minyak Indonesia tak mencapai target. "Tak hanya teknis, tapi juga non teknis seperti manajemen, dan koordinasi (BP Migas). Kalau teknis itu seperti peralatan tua," tambah Hatta.

Dia juga menyebutkan sebelumnya, target produksi minyak sampai saat ini belum mencapai target 970 ribu barel per hari (bph). "Kalau 10 ribu bph hilangnya, maka kita akan kehilangan banyak pendapatan. Saya masih minta kerja keras ESDM dan BP Migas untuk mencapai target produksi," tukas Hatta.

Seperti diketahui, Kepala Pengembangan Laut Dalam BP Migas, Iwan Renaldi Soedigdo menyatakan mengundurkan diri dari BP Migas.

Sebelumnya juga diberitakan, Budi Indianto yang menjabat sebagai Deputi Operasi BP Migas mengundurkan diri. Budi mundur karena dirinya merasa bertanggung jawab akibat tidak tercapainya target lifting dan produksi migas Indonesia.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads