Harga acuan ini merupakan patokan untuk batubara dengan kualitas kalori sekitar 6.322 kkal/kg (gross as received). Harga tersebut menggunakan formula yang mengacu kepada rata-rata indeks ICI-1 (Indonesia Coal Index), Platts-1, NEX (Newcastle Export Index) dan GC (Newcastle Global Coal Index).
Demikian dikutip dari situs Kementerian ESDM, Selasa (19/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turun tipisnya harga acuan ini karena China diperkirakan akan memangkas impor batubaranya di tahun ini akibat tingginya harga. Memang di awal April ini harga batubara internasional naik 3,3% menjadi rata-rata 14,74/ton yang merupakan harga tertinggi sejak 4 Februari 2011 lalu.
Kenaikan harga internasional terjadi karena Jepang mengalami potensi kekurangan pasokan listrik setelah gempa bumi dan tsunami pada tanggal 11 Maret yang mengakibatkan penurunan kapasitas nasional pembangkit listriknya hingga 8%.
(dnl/hen)











































