Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di Istana Bogor, Selasa (19/4/2011).
"LNG kita itu kan tidak juga memiliki ruang untuk penambahan, paling kalau ada spot untuk beberapa bulan untuk menunggu sesuatu, jadi sifatnya spot. Kalau ada spot bisa saja dilakukan, tapi bukan on top apa yang Jepang butuhkan terus kita tambah," tutur Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri kita sangat memerlukan gas, kalau ada teknologi yang bisa mensubstitusi gas untuk pupuk, saya mendorong, Pusri sekarang memakai batubara," kata Hatta.
Seperti diketahui, untuk mengatasi dampak bencana gempa dan tsunami yang sangat dahsyat, pemerintah Jepang meminta bantuan gas dan minyak dari Indonesia. Permintaan langsung disampaikan Wamenlu Jepang.
Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta langsung menemui Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Makiko mengakui, sejak terjadinya gempa dan tsunami, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di negara itu rusak parah. Akibatnya, saat ini Jepang kekurangan pasokan listrik.
(dnl/hen)











































