Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana kepada detikFinance, Rabu (20/4/2011).
"Yang diangkat dan diberhentikan Menteri (ESDM) itu Pak Budi. Kalau Pak Iwan Renaldi Soedigdo (Kepala Pengembangan Laut Dalam BP Migas) itu wewenangnya Kepala BP Migas," ujar Gde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gde mengatakan, sampai saat ini sudah banyak sebenarnya pegawai BP Migas yang keluar. "Banyak yang keluar juga. Itu pilihan mereka. Jadi pegawai keluar masuk itu tidak aneh," jelasnya.
Sampai saat ini Budi Indianto masih tercatat dalam administrasi BP Migas, meskipun pengunduran dirinya belum disetujui Menteri ESDM.
Seperti diketahui, Kepala Pengembangan Laut Dalam BP Migas, Iwan Renaldi Soedigdo menyatakan mengundurkan diri dari BP Migas.
Sebelumnya juga diberitakan, Budi Indianto yang menjabat sebagai Deputi Operasi BP Migas mengundurkan diri di awal April ini. Budi mundur karena dirinya merasa bertanggung jawab akibat tidak tercapainya target lifting dan produksi migas Indonesia.
Mundurnya dua pejabat BP Migas yang baru saja terjadi belakangan ini dikhawatirkan bakal mengganggu usaha pemerintah meningkatkan produksi minyak. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan BP Migas harus bisa menyelesaikan masalah tersebut.
(dnl/qom)











































