Kuwait Tunggu Insentif Sebelum Bangun Kilang Balongan

Kuwait Tunggu Insentif Sebelum Bangun Kilang Balongan

- detikFinance
Kamis, 21 Apr 2011 14:54 WIB
Kuwait Tunggu Insentif Sebelum Bangun Kilang Balongan
Jakarta - Kuwait Petroleum Corporation menunggu kejelasan insentif ke pemerintah Indonesia terkait rencana investasinya untuk perluasan kilang Balongan. Proyek kilang ini diperkirakan nilainya mencapai US$ 1 miliar.

Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan, perusahaan Kuwait tersebut masih sangat komit untuk perluasan kilang di Balongan, lewat kerjasama dengan Pertamina.

"Masih belum diputuskan, tapi dia (Kuwait) sangat komit untuk meneruskan projek itu. Memang, prosesmya sekarang menunggu insentif," kata Evita ketika ditemui di kantor KESDM, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (21/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasib insentif itu nanti akan ditentukan oleh Kementerian keuangan, yang saat ini sedang mempelajari soal pemberian insentif pembangunan kilang minyak tersebut.

"Jadi, kenapa mereka minta insentif ke kita, karena dia juga mendapatkan insentif dari negara lain. Kan dia juga investasi di China dan juga Vietnam," ucapnya.

Jika kesepakatan kerjasama tersebut bisa diteruskan, nantinya pihak Kuwait Petroleum Corporation akan memasok Crude (minyak mentah) juga ke Idnonesia. Teknologi pembangunannya juga dibangun oleh pihak mereka.

"Dia maunya sih awal Mei sudah ada keputusan mengenai insentifnya oke apa nggak. Kalau on stream-nya (produksinya) itu masih panjang, saya lupa mungkin sekitar tahun 2015-2016," jelas Evita.

Kemudian, Evita mengatakan bahwa untuk menuju On Stream dibutuhkan pembangunan kilang terlebih dahulu. "Di 2015-lah kalau nggak salah (pembangunannya)," singkatnya.

Seperti diketahui, pada 19 Agustus 2010, Kuwait Petroleum International Company (KPI), yang merupakan anak usaha dari Kuwait Petroleum Corporation (KPC), bersama dengan Pertamina telah menandatangani MoU (Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding) untuk melakukan studi kelayakan terkait rencana pembangunan Kilang Baru Balongan yang berkapasitas 200-300 ribu barel per hari. Kilang tersebut nantinya terintegrasi dengan kompleks kilang di Jawa Barat.

Nota Kesepahaman ditandatangi oleh Hussain Esmaiel, selaku KPI President dan Frederick Siahaan yang dahulu menjabat sebagai SVP Investment Planning and Risk Management (Investasi, Perencanaan, dan Manajemen Resiko) PT Pertamina.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan sebelumnya mengatakan, Pertamina berambisi untuk menambah dua kilang di 2014, dalam rangka mengamankan pasokan BBM dalam negeri. Dua kilang yang bisa selesai dibangun pada tahun 2014 yaitu ekspansi kilang balongan dan unit Residual Fluid Catalytic Craker di Kilang IV Cilacap.

Menteri Perindustrian MS Hidayat juga menyampaikan Pertamina bersama investor asal Kuwait sepakat untuk perluasan kilang di Balongan Indramayu. Proyek tersebut diperkirakan akan menelan dana lebih dari US$ 1 miliar.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads