Demikian disampaikan oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo ketika ditemui di acara pelatihan petugas SPBU pengaturan BBM Bersubsidi, Hotel Oasis, Jakarta (25/4/2011).
"Ini kan program pemerintah, tapi Pertamina nanti akan buat iklan di TV. Pemerintah juga akan buat iklan, jadi masing-masing akan buat, tapi porsinya berbeda," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, sejauh ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) beserta Pertamina menyiapkan program Pertamaxisasi tersebut dengan cara menaruh apanduk, iklan, hingga pelatihan kepada supervisor SPBU yang baru dilaksanakan hari ini.
"Untuk penggunaan spanduk, kami mau evaluasi, kan ini baru dipasang dan sudah sampai di wilayah seluruh Indonesia," kata Djaelani.
Dilanjutkan olehnya, bahwa pihak Pertamina juga berencana menyewa jasa konsultan untuk mengevaluasi hasil program tersebut. "Kami akan evaluasi pakai konsultan kecil untuk lihat evaluasi implikasinya, kan ini juga diminta Pak Menteri ESDM (Darwin Zahedy Saleh)," terangnya.
"Kami sih inginnya semua konsumen beralih ke pertamax, itu jauh lebih bagus membantu pemerintah mengurangi subsidi," tutur Djaelani.
Sedikit ditambahkan olehnya, terkait rencana pelatihan bagi supervisor SPBU, untuk pertama-pertama akan dilaksanakan pelatihan bagi 5 angkatan di wilayah Jabodetabek.
"Untuk Jabodetabek, nantinya akan dilatih sampai 5 angkatan. Selebihnya, akan menuju Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sampai Sumatera," ucap Djaelani.
(nrs/dnl)











































